Pelaku Usaha

Mengapa Malas Jika Berhubungan Dengan Pajak.. ??

Posted on Updated on

Pajak, ketika mendengar, membaca atau melihat hal tersebut terbesit dalam angan dan pemikiran dari sekian masyarakat kita adalah suatu kegiatan yang rumit, berbelit-belit dan kurang ekonomis dari sisi kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak; karena yang jelas dari Dirjen Pajak belum sepenuhnya menerapkan¬† Prinsip “Economic Collection” dalam pelaksanaan perpajakannya, sangat diharapkan ada ketentuan-ketentuan yang mengarah pada hal tersebut akan sangat “Baik” karena dengan demikian Pajak mengarah kepada Prinsip “”Economic Collection”” artinya pengenaan Pajak harus bersifat Ekonomis baik ditinjau dari Sisi Otoritas Pajak maupun dari sisi para Wajib Pajak (Tax payers).

Baca entri selengkapnya »

Rp. 1,- Bisa Dapat Handphone Atau Televisi

Posted on

Bukan tidak mungkin ketika kita hanya memiliki Rp. 1,00 namun bisa beli Handphone bahkan sekaligus televisi, saat ini memang masih sebatas wacana dan mungkin angan-angan. Namun jika apa yang di sampaikan BI beberapa waktu lalu tentang rencana redenominasi benar-benar dilaksanakan maka nilai uang rupiah tersebut akan berubah. Wacana kebijakan ini ternyata mendapatkan tanggapan yang beragam dari beragam orang dengan latar belakang berpikir, pekerjaan dan background pendidikan, mereka berargumen dengan sebatas pengertian dan pemahamannya.

Baca entri selengkapnya »

Sejauhmana Kita Memahami Klausula Baku.. ???

Posted on

Sebagai konsumen terkadang kita selalu dikalahkan, akan tetapi bukan oleh undang-undang, peraturan pemerintah atau-pun hukum-hukum yang lain, akan tetapi dikalahkan oleh PELAKU USAHA, mengapa demikian dan kenapa hal ini bisa terjadi, sebenarnya berawal dari ketidakpahaman dan ketidakmengertian kita akan aturan dan peraturan bahkan undang-undang yang memberikan perlindungan terhadap konsumen.  Jika kita perhatikan dan amati bahwa dalam struk pembelian baik itu di supermarket, hypermarket, swalayan atau yang lainnya di bawah nilai nominal belanja yang kita lakukan bisa dipastikan akan ada tulisan-tulisan tertentu yang telah disiapkan sebelumnya oleh pelaku usaha, tulisan-tulisan itu disebut dengan Klausula Baku, lebih jelasnya yang dimaksud dengan klausula baku adalah setiap aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan / atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen. (UU No. 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen)

Baca entri selengkapnya »

UU Perlindungan Konsumen Belum Berfungsi Optimal

Posted on

Konsumen secara definisi adalah  setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. (UU No. 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen pasal 1), dari definisi jelas bahwa yang dimaksud dengan konsumen dalam undang-undang tersebut adalah konsumen akhir. Hadir-nya undang-undang tersebut sebenarnya merupakan angin segar bagi kita, karena kita akan merasa terlindungi oleh ulah produsen dan pelaku usaha yang kurang bertanggungjawab. Namun hingga saat ini diskriminasi terhadap konsumen masih begitu terasa, hal ini karena konsumen masih sering dirugikan dan di kecewakan oleh ulah produsen dan pelaku usaha.

Baca entri selengkapnya »