Mengapa Malas Jika Berhubungan Dengan Pajak.. ??

Posted on Updated on

Pajak, ketika mendengar, membaca atau melihat hal tersebut terbesit dalam angan dan pemikiran dari sekian masyarakat kita adalah suatu kegiatan yang rumit, berbelit-belit dan kurang ekonomis dari sisi kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak; karena yang jelas dari Dirjen Pajak belum sepenuhnya menerapkan  Prinsip “Economic Collection” dalam pelaksanaan perpajakannya, sangat diharapkan ada ketentuan-ketentuan yang mengarah pada hal tersebut akan sangat “Baik” karena dengan demikian Pajak mengarah kepada Prinsip “”Economic Collection”” artinya pengenaan Pajak harus bersifat Ekonomis baik ditinjau dari Sisi Otoritas Pajak maupun dari sisi para Wajib Pajak (Tax payers).

Wajib Pajak yang sudah bayar berarti sudah mulai melaksanakan kewajiban pajak sebagai kewajiban kenegaraan tetapi jangan ditambah dibebani kewajiban Lapor yang menyita waktu dan biaya serta menghilangkan kesempatan-kesempatan wajib pajak yang lain dalam melaksanakan aktifitasnya.  Subyek Pajak dewasa masih kelihatan meragukan untuk memiliki NPWP berhubung Pajak belum menerapkan Prinsip “Economic Collection”, hal ini didasarkan pada penerapan self assessment system dalam perpajakan di negeri ini. Terasa masih setengah-setengah. Disatu sisi Wajib Pajak harus menunjukkan itikad baik dalam Menghitung, Membayar dan Melaporkan pajak-nya, namun disisi lain terkadang ketiga kegitan tersebut terutama melaporkan menjadi beban dan kendala tersendiri bagi wajib pajak tertentu yang ternyata harus juga melampirkan beberapa dokumen-dokumen yang sebenarnya tidak diperlukan bagi Kantor Pelayanan Pajak.

Ambil contoh seorang Pengusaha Kena Pajak dalam hal kewajiban untuk pelaporan SPT Masa PPN, sudah di hitung berapa pajak yang harus dibayarkan ke Negara, lalu dilanjutkan dengan membayar pajak lewat Bank yang telah ditunjuk, ech.. masih harus melaporkan dengan form yang begitu banyak dan sedikit rumit disertai dengan lampiran SSP-nya.. dan lampiran-nya ini yang terkadang menjadikan masalah dan kendala, karena belum tentu 5 lembar SSP tersebut dipegang oleh Wajib Pajak, karena yang pasti dipegang adalah lembar 1 karena itu sudah jelas untuk arsip Wajib Pajak, untuk lembar ke  2 dan ke 4 langsung diambil oleh Pihak Bank (ketika kita membayar SSP tersebut), sedangkan lembar 3 dan lembar 5 hal ini terkadang di minta atau dibawa oleh pihak ke 3.  Lembar-lembar SSP tersebut dalam keterangan di pojok kanan atas kurang lebih sebagai berikut :

  1. Lembar Pertama Untuk Wajib Pajak,
  2. Lembar Kedua Untuk KPP melalui KPKN
  3. Lembar Ketiga untuk dilaporkan WP ke KPP
  4. Lembar Ke-empat Untuk Bank Persepsi /Kantor Pos dan Giro
  5. Lembar Ke-Lima untuk Wajib Pungut atau Pihak Lain

Berdasarkan hal tersebut berarti nantinya  KPP akan menerima dua lembar SSP yaitu lembar ke dua dan ketiga, yang merepotkan WP adalah dari kegiatan pembayaran tersebut WP sudah pasti menghitung dan membayar tinggal melaporkan, menjadi satu pertanyaan adalah apakah membayar tersebut tidak sekaligus sebagai pelaporan karena KPP sudah terima tembusan SSP lembar kedua dan laporan dari Bank Persepsi/Kantor Pos dan Giro tentang PPN bagi Pengusaha Kena Pajak. Hal inilah yang menjadi salah satu ke-engganan dan ke-malasan wajiba pajak dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya, karena sudah pasti bahwa Wajib Pajak harus kerja dua kali yang cukup ribet dan menyita banyak waktu dalam hal melaksanakan kewajiban pajaknya.

Namun jika dari pihak Kantor Pajak sudah mampu menerapkan prinsip “Economic Collection” dengan menganggap bahwa bukti SSP yang telah diterima dari Bank Persepsi/Kantor Pos dapat di anggap sebagai Pelaporan bagi PKP yang sudah membayar PPN-nya tentu akan memberikan banyak kemudahan bagi Wajib Pajak.

Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat dan sharing serta tanggapan sangat kami harapkan, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s