Sejauhmana Kita Memahami Klausula Baku.. ???

Posted on

Sebagai konsumen terkadang kita selalu dikalahkan, akan tetapi bukan oleh undang-undang, peraturan pemerintah atau-pun hukum-hukum yang lain, akan tetapi dikalahkan oleh PELAKU USAHA, mengapa demikian dan kenapa hal ini bisa terjadi, sebenarnya berawal dari ketidakpahaman dan ketidakmengertian kita akan aturan dan peraturan bahkan undang-undang yang memberikan perlindungan terhadap konsumen.  Jika kita perhatikan dan amati bahwa dalam struk pembelian baik itu di supermarket, hypermarket, swalayan atau yang lainnya di bawah nilai nominal belanja yang kita lakukan bisa dipastikan akan ada tulisan-tulisan tertentu yang telah disiapkan sebelumnya oleh pelaku usaha, tulisan-tulisan itu disebut dengan Klausula Baku, lebih jelasnya yang dimaksud dengan klausula baku adalah setiap aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan / atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen. (UU No. 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen)

Pencantuman Klausula Baku oleh Pelaku Usaha sebenarnya sah-sah saja, akan tetapi dalam pencantuman tersebut tentunya harus juga memperhatikan hak-hak konsumen, sehingga akan berimbang antara hak dan kewajiban masing-masing (Penjual dan Pembeli, Pelaku Usaha dan Konsumen), akan tetapi minimnya pemahaman dan informasi akan hal tersebut menjadikan Konsumen sering terkalahkan dan menjadi obyek yang harus mengalah. Hal-hal yang tidak diperkenankan dan/atau dilarang ketika  pencantuman klausula baku adalah :

  1. Pengalihan tanggungjawab dari pelaku usaha kepada konsumen;
  2. Pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali barang yang dibeli konsumen;
  3. Pelaku usaha berhak menolak penyerahan uang yang dibayarkan atas barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen;
  4. Pemberian kuasa dari konsumen kepada pelaku usaha baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan segala tindakan sepihak yang berkaitan dengan barang yang dibeli secara angsuran;
  5. Mengatur perihal pembuktian atas hilangnya kegunaan barang atau pemanfaatan jasa yang dibeli konsumen;
  6. Memberi hak kepada pelaku usaha untuk mengurangi manfaat jasa atau mengurangi harta kekayaan konsumen yang menjadi obyek jual beli jasa;
  7. Tunduknya konsumen kepada peraturan yang berupa aturan baru, tambahan atau lanjutan dan / atau pengubahan lanjutan yang dibuat secara sepihak oleh pelaku usaha dalam masa konsumen memanfaatkan jasa yang dibelinya;
  8. Konsumen memberi kuasa kepada pelaku usaha untuk pembebanan hak tanggungan, hak gadai, hak jaminan terhadap barang yang dibeli oleh konsumen secara angsuran;
Selain 8 hal diatas dalam pencantuman Klausula Baku harus memperhatikan antara lain :
  1. Penulisan harus jelas;
  2. Penulisan mudah dilihat;
  3. Penulisan mudah dipahami dan dimengerti;

Klausula Baku yang dilarang Undang-undang Perlindungan Konsumen antara lain adalah :

  • Formulir pembayaran tagihan bank dalam salah satu syarat yang harus dipenuhi atau disetujui oleh nasabahnya menyatakan bahwa “ Bank tidak bertanggung jawab atas kelalaian atau kealpaan, tindakan atau keteledoran dari Bank sendiri atau pegawainya atau koresponden, sub agen lainnya, atau pegawai mereka ;
  • Kwitansi atau / faktur pembelian barang, yang menyatakan :
    • “Barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar atau dikembalikan” ;
    • “Barang tidak diambil dalam waktu 2 minggu dalam nota penjualan kami batalkan” ;

Nah.. sudah semestinya kita sebagai konsumen berani untuk mengutarakan dan berbicara se-andainya merasa dirugikan oleh Pelaku Usaha, akan tetapi cara-cara tersebut tentunya harus didasarkan pada perundang-undangan yang berlaku, sehingga kita tidak terjebak pada keadaan dimana kita akan terkalahkan atau dimentahkan oleh pembelaan pelaku usaha.  Semoga kedepan adanya klausula baku tidak lagi merugikan konsumen dengan adanya pemahaman yang baik dari konsumen, sehingga diperoleh posisi yang se-imbang antara pelaku usaha dan konsumen, semoga.. amiin..

4 thoughts on “Sejauhmana Kita Memahami Klausula Baku.. ???

    M. Hanafi said:
    2010/04/19 pukul 11:38 am

    kehati-hatian dan kejelian konsumen itu keharusan agar kita tidak merasa tertipu

      yudishtira responded:
      2010/04/25 pukul 10:42 am

      yups.. mas dan mungkin kita harus selalu lebih hati-hati dan jeli ketika membeli sesuatu… terima kasih

    Team Ronggolawe said:
    2010/04/27 pukul 2:03 am

    Berkunjung menjalin relasi dan mencari ilmu yang bermanfaat. Sukses yach ^_^ Salam dari teamronggolawe.com

      yudishtira responded:
      2010/05/12 pukul 9:27 am

      kenal kembali mas, smoga bisa saling memberikan manfaat terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s