Mengapa, Memilih Dia..??

Posted on Updated on

Jika ada pertanyaan seperti itu terkait dengan kegiatan pada 09 April 2009 nanti, apa jawaban yang akan muncul dari setiap insan Indonesia dalam menggunakan hak pilihnya tentu berbeda-beda, yang mungkin jawaban itu hanya ada dalam hati mereka dan tak akan pernah terucap. Dari sekian banyak mereka yang men-calon-kan diri sebagai anggota legeslatif tentunya juga memiliki alasan dan motivasi tersendiri sehingga mencalonkan diri dalam pemilihan anggota legeslatif tersebut, dan saya-pun yakin dalam lubuk hati yang paling dalam dengan balutan kejujuran bahwa motivasi mereka untuk mencalonkan diri juga akan tersimpan rapat dalam sanubari masing-masing.

Nah.. yang menjadi persoalan adalah dari sekian banyak calon legeslatif dari sekian banyak partai peserta pemilu sudah adakah yang benar-benar sesuai dengan keinginan dan hasrat hati bahwa satu suara yang kita miliki mampu dipertanggungjawabkan oleh para calon anggota dewan yang terhormat ini setelah nanti benar-benar menjadi wakil kita di parlemen.  Perlu sebuah pembuktian di masyarakat bahwa mereka benar-benar mampu menjaga amanah tersebut, tidak hanya sekedar slogan iklan (merayu) dan janji-janji kampanye yang begitu mendayu bak lagu merdu irama melayu.

Jika kita amati dan perhatikan dari tingkah polah para anggota dewan yang terhormat akhir-akhir ini dimana mereka terjebak pada dunia yang sebenarnya mereka belum mengenal terlalu dalam, belum memiliki kapabilitas dalam percaturan politik, akan tetapi sudah berani mengemban amanah yang begitu berat. Lebih konyol lagi itu adalah ulah oknum dan inilah negeriku, dimana jika ada seseorang memiliki prestasi yang positif akan berlomba-lomba untuk mendekat dan mengakui sebagai sahabat dan kerabat, akan tetapi jika seseorang tersebut terjerumus kedalam prestasi negatif akan menjauhi dan mengatakan bahwa itu adalah oknum dan pantas dihukum telah dikeluarkan dari komunitas.

Pagi tadi sambil jalan-jalan mengantarkan si kecil di tengah perjalanan ada sebuah tanya dari isteriku “Yah,.. nanti kartu suara-nya gimana..??, trus cara milihnya gimana..?? lah.. lho.. Sambil pegang kemudi akupun menjawab asal. “Coblos saja salah satu dari mereka..”.. berarti setiap satu partai kita coblos satu pilihan kita dong, lha.. anggota dewan sekarang jumlah-nya bertambah dari tahun yang lalu dong..?? lanjutnya.

“Yach.. nggak, nanti dari partai yang berjumlah 35-an lebih itu, kita pilih satu calon anggota legeslatif saja, jadi tidak setiap partai kita pilih satu, trus yang menjadi anggota dewan nanti mereka yang memiliki suara terbanyak dari minimal kuota suara yang ditentukan oleh setiap daerah pemilihan”, sambung-ku seperti KPU menyampaikan sosialisasi pada masyarakat.

Dari pembicaraan itu kemudian saya memiliki pemikiran, ach.. isteriku saja yang notebene masih berumur kurang dari 40 tahun memahami aturan dan tata cara pencoblosan masing bingung, gimana dengan emak dan bapak yang sudah berusaha lanjut, belum lagi mereka-mereka yang belum diberikan sosialisasi tentang Pemilihan Umum, waduh bisa repot nich..??.  Tidak menutup kemungkinan nantinya mereka hanya asal contreng saja khan…!!!. Lalu akhirnya pertanyaan siapa yang dipilih dan mengapa memilih dia, sudah barang tentu tidak akan pernah terjawab dengan memuaskan.

Lalu sebenarnya siapa yang pantas dipilih dan mengapa memilih Dia..??, jawaban yang pasti akan ada dibenak masing-masing dari kita, hanya sebatas doa dan harapan, semoga kita bisa memilih dengan bijaksana dan kejernihan berpikir, amiin.. sehingga satu suara yang kita miliki benar-benar akan mampu membawa pada perubahan negeri ini. Karena sebenarnya yang merubah dan menentukan nasib negeri ini bukan-lah anggota dewan yang terhormat, akan tetapi kita sebagai rakyat, tanpa suara dari kita mana mungkin mereka duduk  disana.. Maka satu hal yang harus benar-benar diperhatikan para anggota legeslatif itu,

  • Jagalah amanah rakyat itu dengan kerja nyata bukan dengan mempertontonkan ke kami parodi dan sandiwara politik.
  • Bukan bentuk kesiapan menerima amplop tebal, akan tetapi kesigapan dalam menentukan arah pembangunan.
  • Buat dan sampaikan program kerja yang realistis dan logis;
  • Rayu masyarakat dengan berjuangan dan bukan uang;
  • Jadilah anggota dewan yang tetap mengedepankan moral dan bukan anggota dewan yang obralan.

Dan mungkin inilah beberapa kriteria yang pantas untuk kita pilih, dimana masing-masing personal akan memiliki alasan yang berbeda… sehingga siapa yang pantas di pilih dan mengapa memilih dia akan menjadikan satu barometer kita dalam melepas dengan ikhlas satu suara kita pada pilihan kita, selamat memilih.. Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s