PEMILU, Pesta Rakyat atau Pesta Dewan Terhormat..???

Posted on Updated on

Sebentar lagi tidak menunggu lama karena tidak lebih dari 2 bulan, rakyat Indonesia akan dibuai oleh janji, rakyat Indonesia akan ditawari mimpi dan rakyat Indonesia akan dijejali dengan retorika-retorika sebatas mimpi karena mungkin jauh dari bukti-bukti.  Itu semua akan terjadi karena pada bulan April 2009 nanti akan dilaksanakan Pemilu Legislatif.

Seperti yang sudah-sudah para Jurkam alias Juru Kampanye dapat dipastikan akan menawarkan program-program partai-nya kepada masyarakat dengan beribu janji dan menjual mimpi, dari berbagai ajang debat antar partai yang dapat kita lihat lewat tayangan televisi, atau mungkin perang opini dimedia cetak, dapat dilihat dan dibaca bahwa mayoritas mereka hanya menjual barang yang sama cuma dalam penyajian yang berbeda, dalam arti bahwa apa yang mereka sampaikan antara partai satu dengan yang lainnya adalah satu hal yang sama hanya cara penyampaian dan pengepakan yang sedikit berbeda. Belum lagi saling menghujat antar partai, bahwa partai A itu begini, partai B itu begitu dan partai C seperti itu… ach… pusing..!!!

Banyak yang bilang bahwa Pemilu adalah Pesta Rakyat hanya saja jika itu adalah pesta rakyat mengapa rakyat tidak merasakan kebahagiaan dan ketentraman serta kedamaian apalagi kemakmuran setelah-nya. Sungguh ironis yang terjadi dimasyarakat,  dengan sebuah ketulusan mereka mendukung dan memilih namun setelah yang didukung dan yang dipilih duduk manis di kursi terhormat lagi nikmat, mereka tidak lagi ingat “bahwa mereka adalah wakil rakyat, yang banyak berharap dari janji dan program kerja yang pernah disampaikan waktu kampanye”..

Masyarakat belum benar-benar merasakan makna dari PEMILU itu sendiri, karena ternyata PEMILU lebih tepat jika disebut sebagai PESTA para Dewan Terhormat dan Pejabat Serta Konglomerat.  Belum lagi saat ini masyarakat akan dibuat bingung untuk memilih, karena banyaknya partai peserta pemilu. Lebih konyol lagi kita tidak mengenal siapa yang akan kita pilih tapi mereka seakan mengenal kita, karena mereka dengan penuh percaya diri beranggapan sebagai Dulur Dhewe, Bocahe Dhewe, Koncone Dhewe, Bolone Dhewe, Tonggone Dhewe, dan sebagai-nya dan sebagainya, yang intinya sama karena mereka ingin dipilih meng-ikrarkan diri sebagai Saudara, Teman, Kerabat, Tetangga dari Kita.

Lebih hebat lagi anggota dewan yang sekarang masih menjabat pada menghilang disaat rapat menentukan nasib rakyat karena mereka melakukan sosialisasi sendiri-sendiri untuk persiapan duduk lagi di kursi terhormat. Ini-lah jika menjadi anggota legislatif dijadikan sebagai lahan bekerja dan bukan sebagai salah satu bentuk pengabdian terhadap negeri ini demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Semoga nantinya kita bisa memilih yang tepat dari sekian banyak pilihan yang ada… semoga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s